Roda gigi jam mekanik kuno dan bola lampu pijar awal di meja bengkel: awal kisah Toshiba

Toshiba Dari Negara Mana? Kisah 1799–1939: Boneka Mekanik, Lampu Mujin-to, dan Dua Bengkel yang Bersatu

Toshiba berasal dari Jepang, dan akarnya lebih tua dari hampir semua merek di toko elektronik. Salah satu pendirinya seorang pembuat boneka mekanik yang lahir tahun 1799. Yang satunya anak samurai yang kelak dijuluki “bapak listrik Jepang”.

Kami bagi ceritanya dua. Yang ini mengisahkan 1799 sampai 1939, sampai dua perusahaan mereka bersatu. Bagian kedua, 1939 sampai sekarang, mengisahkan masa “pertama di Jepang”, krisis, dan mengapa merek Toshiba kini punya banyak pemilik.

Peta waktu bagian pertama

Tahun Yang terjadi
1799 Hisashige Tanaka lahir di Kurume
1850–1851 Ia membuat jam Man-nen Jimeisho
1875 11 Juli, bengkel telegraf di Ginza, cikal bakal Toshiba
1890 Ichisuke Fujioka mendirikan Hakunetsu-sha, pembuat bola lampu pijar pertama Jepang
1921 Bola lampu koil ganda
1939 Dua perusahaan bergabung menjadi Tokyo Shibaura Denki

1799–1824: Anak pembuat hiasan kulit penyu yang gemar membuat boneka

Hisashige Tanaka lahir 18 September 1799 di Kurume, Kyushu, anak sulung seorang pengrajin hiasan kulit penyu. Sejak kecil ia suka mengakali benda. Umur delapan tahun ia membuat kotak tempat tinta berkunci rahasia: laci hanya terbuka kalau tali ditarik dengan cara yang tepat. Teman-teman sekelasnya mencoba dan gagal, lalu ia membukanya dengan mudah.

Umur empat belas ia diminta membuat mesin penenun motif bergambar untuk kain kimono Kurume-gasuri, dan berhasil. Umur dua puluh satu ia pentas dengan boneka mekanik buatannya sendiri di festival kuil, dan penonton terpukau. Ia melepaskan hak mewarisi usaha ayahnya demi menjadi penemu, lalu berkeliling negeri sebagai penghibur. Julukannya: “jenius benda-benda mekanik”.

Karyanya yang terkenal, Yumihiki Doji, bocah pemanah, mengambil empat anak panah dari tempatnya dan menembakkannya satu per satu ke sasaran. Rahasianya: satu dari empat panah sengaja diprogram meleset. Bocah itu tersenyum puas kalau kena, dan tampak murung kalau meleset. Menurut Toshiba, Tanaka tidak puas hanya membuat boneka berfungsi; ia memberinya sifat manusia yang bisa gagal.

1834–1837: Lampu minyak yang sepuluh kali lebih terang dari lilin

Tahun 1830-an para penguasa daerah menghemat dan menindak hiburan, termasuk pertunjukan boneka. Tanaka pindah ke Osaka dengan nama Giemon Tanaka dan beralih membuat barang praktis. Umur 35, ia di puncak kemampuan.

Permintaan lampu naik karena orang makin sering bekerja sampai malam. Ia membuat tempat lilin saku yang bisa dilipat sehingga muat di lipatan kimono dan jadi favorit para dokter yang mengunjungi pasien. Lalu lahir Mujin-to: lampu minyak biji rapa yang memakai pompa udara untuk mendorong minyak ke sumbu, terinspirasi dari senapan angin Eropa yang pernah ia tiru. Lampu ini kira-kira sepuluh kali lebih terang daripada lilin, memakai kap kaca supaya tidak berkedip, dan menyala tiga sampai empat jam.

Lampunya laris. Tanaka menjual tujuh model dan beriklan dengan selebaran bergambar. Petunjuk pemakaiannya menjanjikan bahwa lampu yang cacat akan ditukar atau diperbaiki, jauh sebelum kata “garansi” jadi hal biasa. Lalu Februari 1837 harga beras melonjak, rakyat yang kelaparan menjarah gudang, dan kerusuhan membakar Osaka. Keluarganya selamat, tetapi kerja tiga tahun hangus.

1837–1851: Dari kebakaran lahir pompa air, lalu jam setahun penuh

Tanaka pindah ke Fushimi, Kyoto, untuk memulai dari awal. Pengalaman pahit itu membuatnya tertarik pada pemadam api, dan ia menciptakan pompa Unryusui yang menyemprotkan air sampai sembilan meter dengan arah yang bisa diatur. Sepuluh tahun di Fushimi ia habiskan mempelajari astronomi, kalender, dan matematika tradisional untuk menaklukkan puncak profesinya: jam.

Tahun 1850 ia membuat Shumisen-gi, model alam semesta Buddha yang menurut Toshiba planetarium pertama di Jepang. Lalu 1850–1851 lahir Man-nen Jimeisho, atau Man-nen Dokei, jam abadi setinggi 60 cm dan seberat 38 kg dengan enam muka jam yang bergerak serempak, dua bola logam penunjuk matahari dan bulan, dan alas berlapis cloisonné. Sekali diputar, jam ini berjalan sekitar setahun. Ia kini ditetapkan sebagai benda budaya penting. Pada 2004 sebuah proyek nasional membongkar dan memulihkannya, dan Maret 2005 replikanya selesai, 154 tahun setelah jam aslinya dibuat.

1854–1875: Kapal uap, telegraf, dan bengkel di Ginza

Usia 54 tahun, Tanaka diundang ke wilayah Saga yang sedang mengejar teknologi Barat. Setelah kapal Perry datang tahun 1853 dan membuka mata Jepang akan ketertinggalan sainsnya, Tanaka dan timnya membuat model kapal uap dan lokomotif, mencoba telegraf, dan membuat kaca. Pada 1865 mereka membuat kapal uap sungguhan, Ryofumaru. Pulang ke Kurume, ia membuat mesin pengairan, mesin es buatan pertama di Jepang, dan kunci tanpa anak kunci.

Tahun 1872 muridnya mengirim permintaan: pemerintah Meiji butuh semua teknisi yang ada untuk memperluas jaringan telegraf. Tanaka pindah ke Tokyo dan membuat telegraf yang menurut Toshiba kualitasnya setara barang impor. Pada 11 Juli 1875 ia membuka toko sekaligus pabrik di Ginza, kawasan berbata merah. Toshiba menetapkan tanggal itu sebagai pendirian Toshiba yang kita kenal. Di sana ia juga membuat Hoji-ki, alat penanda waktu tengah hari.

Tanaka wafat tahun 1881 pada umur 82. Muridnya, Daikichi Tanaka, meneruskan usaha dan pada 1882 mendirikan Tanaka Engineering Works, yang kemudian (1893) bernama Shibaura Engineering Works.

Ichisuke Fujioka: dari lampu busur ke “bapak listrik Jepang”

Bagian lain Toshiba bermula dari orang yang berbeda. Ichisuke Fujioka lahir 1857, anak sulung seorang samurai di Iwakuni. Umur 15 ia sudah juara kelas bahasa Inggris dan setahun kemudian ia diangkat mengajar di sana. Umur 18 ia masuk sekolah teknik Kementerian Pekerjaan Umum dan belajar telegrafi di bawah Profesor William Ayrton, yang menanamkan tiga pesan: hormati prinsip dasar, tantang dirimu terus, jangan hanya meniru, buatlah yang lebih baik.

Menurut kronologi resmi Toshiba, pada 1878 Fujioka membuat lampu busur pertama di Jepang. Tahun 1884 pemerintah mengirimnya ke Amerika. Di Philadelphia ia melihat pameran listrik, lalu di New York ia mengunjungi perusahaan Edison dan menulis surat kepada Thomas Edison, meminta dikirimi bola lampu pijar dan telepon untuk diperkenalkan kepada para pemimpin Jepang. Tahun berikutnya Imperial College of Engineering menerima 36 bola lampu dan sepasang telepon dari Edison.

Tahun 1886 Fujioka berhenti mengajar untuk membuat purwarupa bola lampu pijar, dan tahun 1890 ia mendirikan Hakunetsu-sha di Tokyo, pembuat bola lampu pijar pertama Jepang. Berat. Setelah enam tahun, produksinya hanya 280 sampai 290 bola lampu per hari, dan masih kalah murah dari barang impor. Lalu Perang Rusia-Jepang 1904 menurunkan impor sehingga bola lampu lokal laku. Fujioka menggandeng General Electric, pabrik Kawasaki berdiri pada 1908, dan pada 1911 lahir bola lampu tungsten bermerek Mazda. Dari situ bola lampu buatan Jepang pelan-pelan menguasai pasar.

Fujioka juga ikut memasang listrik di Jepang. Tahun 1890 ia memamerkan kereta listrik pertama Jepang hasil modifikasi gerbong buatan Amerika, dan ia mengawasi pembangunan jalur listrik pertama, Kyoto Electric Railway, yang beroperasi 1895. Ia merancang lift listrik pertama di gedung Ryounkaku, tetapi pemerintah memerintahkan lift itu berhenti beroperasi enam bulan setelah dibuka.

1899–1939: Dari bola lampu ke segala macam listrik

Hakunetsu-sha berganti nama menjadi Tokyo Denki (Tokyo Electric) pada 1899 dan berkembang menjadi pembuat barang konsumen. Kedua perusahaan itu membuka jalan peralatan listrik di Jepang: Tanaka Engineering Works membuat generator turbin tenaga air, sedangkan Hakunetsu-sha mengembangkan pemancar radio. Tahun 1921 Tokyo Denki menciptakan bola lampu koil ganda, yang diakui sebagai satu dari enam penemuan besar dalam sejarah teknologi bola lampu. Shibaura Engineering Works sendiri tumbuh menjadi salah satu pembuat mesin listrik berat terbesar di Jepang.

September 1923 Gempa Besar Kanto menewaskan lebih dari 100.000 orang dan menelan banyak karyawan Tokyo Electric. Presiden perusahaan membangkitkan semangat pemulihan dengan kalimat yang kini terkenal: “Pabrik tanpa lembaga riset ibarat serangga tanpa antena.” Perusahaan lalu aktif masuk ke peralatan medis dan radio. Toshiba mencatat sederet “pertama di Jepang” dari masa itu, antara lain tabung sinar-X, penerima radio, mesin cuci, kulkas, dan penyedot debu listrik (tahunnya tidak disebut di halaman resminya).

Pada 1930-an pemerintah melarang produksi alat rumah tangga untuk menghemat besi dan baja bagi perang, dan masa sulit pun tiba. Shibaura dan Tokyo Electric sama-sama anggota kelompok Mitsui dan saling memegang saham. Seiring kemajuan teknologi, permintaan alat rumah tangga yang memakai hasil teknologi mesin listrik berat makin besar. Tahun 1939 keduanya bergabung menjadi Tokyo Shibaura Denki (Tokyo Shibaura Electric Co.), perusahaan listrik terpadu. Lama-lama orang menyebutnya “Toshiba”.

Berikutnya: perang, “pertama di Jepang”, dan dijual per potong

Setelah 1939 datang perang, kemakmuran pascaperang, laptop, krisis akuntansi, dan satu merek yang kini punya banyak pemilik. Ceritanya ada di Sejarah Toshiba 1939 sampai sekarang.

Kalau Anda mencari Toshiba

Saat ini katalog online kami belum memuat produk Toshiba yang tayang. Kalau Anda mencari Toshiba, tanyakan ketersediaannya lewat WhatsApp swissbaru.com karena stok bisa berubah, atau lihat pilihan kami di toko TV LED, toko AC, toko kulkas, dan toko mesin cuci.

Tanya produk Toshiba lewat WhatsAppCOD gratis dalam kota Manado, bayar saat barang sampai.

Datang langsung ke toko

Swiss 45

Jl. Walanda Maramis No.35, Manado
(sesudah presiden sebelum jalan roda pas di bok jalan)
Google Maps: https://g.page/swissbaru
WA Toko Swiss 45: https://wa.me/6282346957090
Buka: Senin-Sabtu, 09.00-18.30 WITA

Swiss Kairagi

Jl. A.A. Maramis No.78, Manado
(kalau dari pusat kota, sebelah kiri sebelum pomben poli/lippo plaza)
Google Maps: https://goo.gl/maps/CS2aqp65wVY2Mswo8
WA Toko Swiss Kairagi: https://wa.me/6281251191189
Buka: Senin-Sabtu, 09.00-19.00 WITA

Order Sekarang? Klik No WA dibawah. Dalam kota Manado Free Ongkir ne kak.
WA swissbaru.com: 085342848866

Sumber yang kami baca

Diperiksa 18 Oktober 2026. Tahun dan angka dapat berbeda antar sumber; bila berbeda, kami menyebutkannya di teks.

Keranjang Belanja