Ruang tamu keluarga Jepang 1960-an dengan TV tabung, radio, dan penanak nasi: kisah Panasonic 1946 sampai sekarang

Sejarah Panasonic 1946–2026: Raja Tunggakan, Kerja Sama dengan Philips, Sanyo, dan Gobel di Indonesia

Setelah perang, Panasonic hampir dibubarkan. Asetnya dibekukan, pendirinya diperintahkan mundur, dan wartawan menjulukinya “Raja Tunggakan”. Tahun-tahun itu justru yang membentuk perusahaan yang kini kita kenal.

Ini bagian kedua. Bagian pertama, Panasonic Dari Negara Mana? Kisah 1894–1945, mengisahkan masa muda pendirinya sampai berakhirnya perang. Di sini ada masa sulit, Amerika, Sanyo, dan bab khusus Panasonic di Indonesia.

Peta waktu bagian kedua

Tahun Yang terjadi
1946–1950 Aset dibekukan, pendiri diperintahkan mundur, PHK langka tahun 1950
1951–1952 Mesin cuci pertama; kerja sama teknis dengan Philips
1954–1970 Gobel di Indonesia: radio Tjawang, TV Asian Games, PT National Gobel
1959–1971 Perusahaan di Amerika dan tercatat di Bursa Efek New York
1989 Konosuke Matsushita wafat
1990–1995 Membeli MCA, lalu menjual 80 persen sahamnya
2008–2009 Nama Panasonic Corporation; membeli Sanyo
2018–2022 Seratus tahun; menjadi Panasonic Holdings

1946–1950: Perusahaan yang nyaris dibubarkan

Tahun 1946 pihak pendudukan Sekutu menetapkan kebijakan menata ulang perusahaan yang ikut dalam perang. Maret 1946 perusahaan ini ditetapkan sebagai “perusahaan terbatas”, asetnya dibekukan, dan ia dicap zaibatsu, kelompok industri-keuangan milik keluarga, sehingga tidak mendapat keringanan atas utang perangnya yang besar. Tujuh perintah Sekutu mengancam membubarkannya. Konosuke marah, karena perusahaan itu hasil kerja satu generasi, bukan warisan turun-temurun.

Perusahaan melawan penetapan itu lebih dari empat tahun, mengajukan keberatan lebih dari 50 kali. Akhirnya status zaibatsu dicabut menjelang akhir 1950, bersama sebagian besar pembatasan.

Di tengah itu Konosuke sendiri diperintahkan mundur karena perannya selama perang. Serikat pekerja Matsushita, yang berdiri 1946, dan para pengecer menyatakan Konosuke tiang penyangga pemulihan dan bergerak membatalkan perintah itu. Pihak Sekutu terkejut, karena biasanya serikat pekerja justru menuntut manajemen dipecat. Mei 1947 perintah itu ditinjau ulang dan, dalam pembalikan yang jarang terjadi, Konosuke dan para direktur boleh tetap menjabat.

Kesulitan belum selesai. Akhir 1948 pembatasan pinjaman membuat uang sangat seret sehingga gaji dibayar dicicil. Tahun 1949 Rencana Dodge memangkas anggaran negara dan memicu deflasi yang membangkrutkan banyak usaha kecil. Pada Juli pabrik Panasonic hanya beroperasi setengah hari. Menunggak pajak komoditas, Konosuke dijuluki pers “Raja Tunggakan”. Maret 1950 perusahaan memberhentikan 567 dari 4.438 karyawan, salah satu PHK yang jarang terjadi dalam sejarahnya.

1951–1952: Mesin cuci, dan tawar-menawar dengan Philips

Awal 1951 Konosuke berkeliling Amerika selama tiga bulan. Ia kaget melihat jurang antara Jepang dan Amerika dan menyadari banyak yang harus dipelajari. Sepulangnya ia menugaskan karyawan membuat mesin cuci, sambil berkata mesin cuci membebaskan ibu rumah tangga dari kerja berat. September 1951 lahir MW-101 berkapasitas 2 kg dengan tangki bulat berlapis email. Targetnya 500 unit per bulan, dan karyawan menjual dengan truk keliling kawasan elite serta demonstrasi di toko alat listrik.

Ia juga mencari mitra kerja sama teknis. Pilihannya jatuh pada Philips, yang sebelum perang sudah berdagang dengan mereka dan menghubungi lebih dulu setelah perang. Philips juga tumbuh dari pabrik bola lampu di negara yang lebih kecil daripada Jepang. Tawar-menawarnya alot: Philips minta biaya bimbingan teknis 7 persen dari penjualan, sedangkan perusahaan Amerika hanya minta 3 persen. Philips tak mau turun karena itu nilai bantuan teknis lengkap. Konosuke membalas dengan meminta biaya bimbingan manajemen, sebab menurutnya keahlian manajemen sama berharganya dengan keahlian teknis. Philips akhirnya mengalah. Desember 1952 berdiri Matsushita Electronics Corporation dengan pabrik di Takatsuki, Osaka.

1954–1970: Gobel, radio Tjawang, dan TV untuk Asian Games

Sementara itu di Jakarta, kisah Panasonic di Indonesia dimulai dari keluarga Gobel. Menurut profil resmi Panasonic Gobel Indonesia, pada 1954 Drs. H. Thayeb Moh. Gobel mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing di Cawang, Jakarta, pabrik radio transistor pertama di Indonesia, dengan merek “Tjawang”. Gobel bergerak dengan semangat memproduksi alat komunikasi bagi bangsa sendiri.

Tahun 1957 Gobel menerima beasiswa Colombo Plan, belajar di Jepang, dan bertemu Konosuke Matsushita. Tahun 1960 PT Transistor Radio Manufacturing dan Matsushita menandatangani perjanjian kerja sama teknis. Tahun 1962, berdasarkan perjanjian itu, pabrik memproduksi televisi hitam-putih pertama agar rakyat Indonesia bisa menyaksikan Asian Games di Jakarta. Produk pertamanya diberikan kepada Ibu Negara Fatmawati Soekarno.

Tahun 1970 diresmikan PT Panasonic Manufacturing Indonesia, yang dikenal sebagai PT National Gobel, dan tahun 1974 PT Met Gobel, perusahaan pendukung perdagangan produk Matsushita yang tidak dibuat di Indonesia. Di tahun yang sama berdiri Matsushita Gobel Education Foundation untuk mencerdaskan masyarakat. Tahun 1987 berdiri pabrik baterai, dan 1991 berdiri PT Panasonic Gobel Indonesia.

Di Indonesia perubahan merek tercatat lebih awal dari penyatuan global: menurut situs resminya, pada 2004 ia memakai merek tunggal Panasonic, dengan nama perusahaan menjadi Panasonic Manufacturing Indonesia dan Panasonic Gobel Indonesia. Tahun 2010 Panasonic dan Gobel memperingati 50 tahun kerja sama. Kantor Panasonic Gobel Indonesia berada di Jalan Dewi Sartika No. 14 (Cawang II), Jakarta.

1959–1971: Perusahaan sendiri di Amerika, lalu Bursa New York

Ekspor Matsushita naik dari 500 juta yen pada 1954 menjadi 3,2 miliar yen pada 1958, tetapi Konosuke masih merasa kurang bila dibandingkan dengan besarnya pasar dunia. September 1959 berdiri Matsushita Electric Corporation of America di New York. Panasonic menyebut mereka memegang prinsip laba yang adil dan tidak ikut perang banting harga.

Menurut Wikipedia dan TechRadar, sekitar 1955 merek “PanaSonic” mulai dipakai untuk speaker dan lampu yang diekspor, terutama karena merek National sudah dipakai perusahaan lain di Amerika; “pan” berarti “semua” dan “sonic” bunyi. Kami belum menemukan penjelasan resmi Panasonic soal ini.

Januari 1961 Konosuke mundur dari jabatan presiden dan menjadi ketua dewan, digantikan menantunya, Masaharu Matsushita. Tahun itu juga Panasonic membangun pabrik luar negeri pertama sesudah perang, di Thailand, untuk baterai. Konosuke tampil di sampul majalah Time.

Tahun 1964 penjualan merosot dan banyak perusahaan penjualan serta distributor merugi. Dalam konferensi di Atami, para distributor mengeluh dan mengkritik, sementara pimpinan Panasonic awalnya menyalahkan mereka. Di hari terakhir Konosuke naik ke podium dan berkata separuh penyebabnya adalah resesi, tetapi separuh lainnya kepuasan diri saat keadaan sedang baik, sehingga Panasonic harus lebih dulu membenahi dirinya sendiri sebelum menyalahkan perusahaan penjualan. Tahun 1971 sahamnya mulai diperdagangkan di Bursa Efek New York.

1982–1989: CD, lalu wafatnya sang pendiri

Tahun 1982 Panasonic merilis pemutar CD pertamanya, SL-P10, yang menarik perhatian di pameran Berlin dan Tokyo Audio Fair karena ringkas, multifungsi, dan mudah dipakai.

Konosuke Matsushita wafat 27 April 1989 pada umur 94 tahun. Presiden Tanii berpesan kepada karyawan: jangan mengejar apa yang sudah ia capai, kejarlah apa yang akan ia kejar.

1990–1995: Membeli MCA, lalu melepasnya

Seperti Sony, Panasonic sempat membeli perusahaan hiburan Amerika. November 1990 MCA Inc. bergabung dengan grup Panasonic, dengan harapan menyatukan perangkat keras dan konten. Juni 1995 Panasonic menjual 80 persen saham MCA kepada Seagram dari Kanada dan menyisakan 20 persen. Panasonic mencatat bahwa MCA kemudian berganti nama menjadi Universal, dan pada Desember 2000 bergabung dalam Vivendi Universal.

Cerita Sony dengan studio filmnya ada di seri Kisah Merek kami yang akan terbit.

2008–2009: Dari National menjadi Panasonic, dan Sanyo

Pada 1 Oktober 2008, tahun ke-90 perusahaan, namanya berganti dari Matsushita Electric Industrial menjadi Panasonic Corporation, dan merek korporat disatukan sebagai Panasonic di seluruh dunia. Perangkat rumah tangga yang tadinya bermerek National mulai berganti ke Panasonic, dimulai dari AC, kulkas, mesin cuci, dan penyedot debu model baru. Di Tiongkok nama Matsushita tetap dipakai.

Desember 2009 Panasonic mengambil alih mayoritas saham Sanyo lewat penawaran tender. Sanyo didirikan oleh Toshio Iue, anak muda 15 tahun yang dulu ikut bekerja di rumah dua lantai Osaka itu. Panasonic mengincar teknologi baterai isi ulang dan panel surya Sanyo, juga keunggulannya di pendingin komersial dan AC. Cerita Sanyo di tangan lain, yang berujung pada AQUA, ada di kisah AQUA.

2018–2022: Seratus tahun, lalu holding

Pada 7 Maret 2018 Panasonic memperingati 100 tahun dengan membuka Panasonic Museum di Kadoma, Osaka, yang memuat museum Konosuke Matsushita dan aula produk bersejarah. Dua hari kemudian, 9 Maret, mereka memasang iklan di 60 surat kabar Jepang untuk berterima kasih. Pada 1 April 2022 Panasonic Corporation beralih ke sistem perusahaan induk dan berganti nama menjadi Panasonic Holdings Corporation.

Panasonic dan Sony, dua pembuat yang saling mengenal

Dalam buku sejarah resminya, Sony mencatat bahwa sekitar 1955 tim Ibuka memperlihatkan transistor Sony kepada para pemimpin Matsushita (kini Panasonic) dan Sanyo, atas perkenalan presiden Hayakawa Electric, yang sekarang bernama Sharp. Semua nama itu ada di toko kami.

Kalau Anda mencari Panasonic

Saat ini katalog online kami belum memuat produk Panasonic yang tayang. Kalau Anda mencari Panasonic, tanyakan ketersediaannya lewat WhatsApp swissbaru.com karena stok bisa berubah, atau lihat pilihan kami di toko TV LED, toko AC, toko kulkas, dan toko mesin cuci.

Garansi dan layanan purnajual Panasonic di Indonesia mengikuti kartu garansi dari Panasonic Gobel Indonesia. Alamat service center resmi di Manado tidak kami temukan di sumber resmi yang kami baca, jadi hubungi WhatsApp swissbaru.com untuk memastikannya.

Tanya produk Panasonic lewat WhatsAppCOD gratis dalam kota Manado, bayar saat barang sampai.

Datang langsung ke toko

Swiss 45

Jl. Walanda Maramis No.35, Manado
(sesudah presiden sebelum jalan roda pas di bok jalan)
Google Maps: https://g.page/swissbaru
WA Toko Swiss 45: https://wa.me/6282346957090
Buka: Senin-Sabtu, 09.00-18.30 WITA

Swiss Kairagi

Jl. A.A. Maramis No.78, Manado
(kalau dari pusat kota, sebelah kiri sebelum pomben poli/lippo plaza)
Google Maps: https://goo.gl/maps/CS2aqp65wVY2Mswo8
WA Toko Swiss Kairagi: https://wa.me/6281251191189
Buka: Senin-Sabtu, 09.00-19.00 WITA

Order Sekarang? Klik No WA dibawah. Dalam kota Manado Free Ongkir ne kak.
WA swissbaru.com: 085342848866

Sumber yang kami baca

Diperiksa 18 Oktober 2026. Tahun dan angka dapat berbeda antar sumber; bila berbeda, kami menyebutkannya di teks.

Keranjang Belanja