Meja kayu dengan gesper logam, pensil mekanik tua, kalkulator transistor, dan radio kristal: awal kisah Sharp

Sharp Dari Negara Mana? Kisah 1893–1960: Gesper Tanpa Lubang, Pensil Sharp, Gempa 1923, dan TV Pertama Jepang

Sharp berasal dari Jepang, dan namanya berasal dari sebuah pensil. Pendirinya, Tokuji Hayakawa, adalah anak yang dititipkan ke keluarga lain pada usia 23 bulan, berhenti sekolah di kelas dua SD, dan sebelum umur delapan tahun sudah magang. Dari situ lahir gesper tanpa lubang, Pensil Sharp, radio kristal pertama Jepang, dan akhirnya TV pertama Jepang.

Ceritanya kami bagi dua. Yang ini 1893 sampai 1960. Bagian kedua, 1960 sampai sekarang, mengisahkan kalkulator, layar LCD, kepemilikan Foxconn, dan Sharp di Indonesia dari Pulogadung sampai Karawang.

Peta waktu bagian pertama

TahunYang terjadi
1893Tokuji Hayakawa lahir di Tokyo
191215 September, bengkel logam kecil dan gesper Tokubijo
1915Pensil mekanik logam, kelak bernama Sharp
19231 September, Gempa Besar Kanto menghancurkan segalanya
1925April, radio kristal pertama buatan Jepang
1935Perusahaan didirikan sebagai badan hukum
1950–1953Krisis nyaris bangkrut; TV pertama diproduksi massal

1893–1909: Anak yang bekerja menempel label korek api

Tokuji Hayakawa lahir 3 November 1893 di Nihonbashi, Tokyo, anak bungsu keluarga yang ibunya sibuk bekerja dan sakit-sakitan. Baru 23 bulan sesudah lahir, ia dititipkan ke keluarga Deno yang berbisnis pupuk, dan kemudian diadopsi. Masa kecilnya keras: kurang makan dan diperlakukan buruk oleh ibu angkat. Ia berhenti sekolah tak lama setelah naik kelas dua, dan hari-harinya hanya menempel label di kotak korek api dari pagi sampai larut malam.

Pertolongan datang dari Nyonya Inoue, seorang perempuan tua tunanetra di lingkungannya yang paham penderitaan anak itu. Ia membantu Tokuji magang, sebelum umur delapan tahun, di bengkel logam hiasan. Rasa terima kasih itu tak pernah hilang dan kelak membuatnya mendukung para tunanetra.

Majikannya, Yoshimatsu Sakata, keras soal pekerjaan tetapi baik hati. Suatu waktu Sakata membuka usaha pensil, tetapi teknologinya belum matang dan sebagian besar hasilnya cacat. Para pengrajin lain meninggalkan proyek itu. Tokuji justru menjual pensil-pensil cacat itu di lapak pasar malam, dan di sana ia mengasah bakat berjualan. April 1909 ia lulus magang setelah tujuh tahun tujuh bulan, ditambah setahun kerja tanpa upah.

1912: Gesper tanpa lubang dan bengkel enam tikar

Setelah lulus, Tokuji membeli dua mesin pres dan mengambil pekerjaan yang ditolak majikannya. Suatu hari ia menonton film dan memperhatikan sabuk para aktor yang longgar. Dari situ ia merancang gesper yang bisa dikencangkan tanpa lubang pada sabuk. Namanya Tokubijo, dari huruf pertama namanya sendiri. Gesper ini memberinya paten model utilitas pertama dan pesanan dalam jumlah besar.

Pada 15 September 1912, sebelum berumur 19 tahun, ia membuka usaha logam di sebuah rumah kecil di Matsui-cho, Honjo, Tokyo, bersama seorang pengrajin dan seorang magang. Modal awalnya 50 yen, ruang kerjanya hanya enam tikar tatami, 11,85 meter persegi. Ia merancang keran yang tinggal tiga komponen dari sembilan: terpasang dalam satu menit, bukan 30 menit.

Tahun 1914 ia menikah dan memasang motor satu tenaga kuda seharga 200 yen, jumlah besar saat itu, padahal pengrajin biasa menggaji sekitar 12 yen per bulan. Ia ingin menang dengan mesin selagi pesaingnya masih bekerja dengan tangan. Mottonya: ambil inisiatif dan kau menang.

1915: Pensil yang menjadi nama perusahaan

Tahun 1915 sebuah produsen alat tulis besar memesan komponen logam untuk pensil mekanik. Tokuji merasa ia bisa memperbaiki rancangan pensil itu sendiri, yang berselubung seluloid tebal, rapuh, dan lebih mirip mainan mahal. Selama berhari-hari ia lupa makan dan tidur. Ia menyatukan banyak bagian dalam satu potong kuningan, membentuknya jadi tabung lancip dengan alur halus untuk menyorong timah, dan melapisi luarnya dengan nikel. Lahirlah pensil mekanik Hayakawa.

Di masa ini ia bertemu lagi dengan kakaknya, Masaharu, yang pandai berbisnis dan pembukuan. Mereka mendirikan Hayakawa Brothers Company dan mulai memproduksi sekitar 1.440 pensil per bulan. Tahun 1916 Tokuji melubangi tabung logam dengan sangat halus memakai bor buatan Amerika, sehingga timah super tipis bisa dipakai.

Mereka sempat ingin menamainya Sharp Pencil. Atas saran agen di Kansai, Shotaro Fukui, namanya menjadi Ever-Ready Sharp Pencil, karena “ready” dan “lady” terdengar mirip bagi lidah Jepang, dan pensil itu populer di kalangan perempuan Barat. Orang kemudian cukup menyebutnya Sharp Pencil, dan nama itu menjadi sebutan umum pensil mekanik di Jepang.

Awalnya toko alat tulis mengkritik: pensilnya dingin dipegang saat musim dingin dan tidak serasi dengan kimono. Kedua bersaudara itu tidak menyerah. Toko Ito-ya di Ginza, toko alat tulis terkemuka, terus meminta perbaikan, sampai mereka membuat 36 contoh sebelum pesanan pertama datang. Tiga bulan sesudah mulai berjualan, datang pertanyaan dari sebuah rumah dagang di Yokohama: Perang Dunia I membuat pensil mekanik Jerman sulit didapat di Eropa dan Amerika, dan pensil Hayakawa dinilai setara. Seluruh pabrik dikerahkan untuk pensil. Tokuji bahkan memberi garansi 10 tahun untuk pelapisan yang dijanjikannya tidak akan mengelupas, garansi pertama di industrinya. Tahun 1921 mereka menghadiahkan Pensil Sharp emas 14 karat kepada Keluarga Kekaisaran, dan tahun 1922 pensil itu meraih medali emas di pameran di Taman Ueno.

1 September 1923: Semuanya hilang

Gempa Besar Kanto melanda pukul 11.58 pagi, berkekuatan 7,9. Pabrik dan rumah Tokuji awalnya selamat, dan para korban berdatangan berlindung di pabriknya. Tetapi gempa terjadi saat rumah-rumah menyiapkan makan siang, dan arang dari kompor yang terbalik menyulut rumah-rumah kayu. Tokuji memperkirakan pabriknya akan terbakar, lalu membagikan beras dan uang kepada karyawan dan makanan kepada para pengungsi. Istri dan dua anaknya ia titipkan kepada seorang karyawan untuk berlindung di vila Iwasaki, dan ia berjanji menyusul.

Tokyo berubah menjadi lautan api. Ia berlari menyusuri jalan, beberapa kali terjun ke sungai, hingga tiba di tempat pengungsian, lalu mengetahui bahwa kedua anaknya meninggal dan istrinya terbakar di sekujur tubuh. Istrinya kemudian wafat. Ia kehilangan keluarganya, sumber semangat dan sandarannya.

Beberapa hari kemudian ia pindah ke rumah petak miliknya di Kameido yang selamat, lima unit untuk sekitar 70 karyawan. Setelah keadaan stabil, ia minyaki mesin-mesin di pabrik yang hangus agar tidak berkarat. Awal Oktober perusahaan dagang mitranya menagih uang muka dan pinjaman 20.000 yen. Setelah berunding dengan kakaknya, ia membubarkan Hayakawa Brothers dan menyerahkan mesin, hak paten, dan para teknisinya kepada mitra itu. Meski begitu, ia tidak menyerah.

1924–1925: Mulai lagi di Osaka, dan radio kristal pertama

Desember 1923 Tokuji pergi ke Osaka untuk membimbing pembuatan Pensil Sharp di perusahaan mitra, dengan tekad memulai dari awal. Ia betah di Osaka karena warganya menghargai karakter, bukan status. Di daerah pinggiran Osaka yang masih pedesaan, ia membeli sebidang tanah di Tanabe-cho, yang kelak menjadi lokasi kantor pusat Sharp selama puluhan tahun. Ia membayangkan anak-anak setempat kelak bekerja di pabriknya. Pada 1 September 1924, setahun persis sesudah gempa, ia mendirikan Hayakawa Metal Laboratories dengan delapan karyawan.

Waktu itu surat kabar mengumumkan bahwa siaran radio akan dimulai di Jepang pada 1925. Tokuji yang percaya bahwa bisnis harus merintis bidang baru lebih dulu dari saingan, membeli sebuah radio kristal impor dari Amerika seharga 7,5 yen, lalu membongkarnya bersama karyawan. Mereka paham logam, tetapi belum tahu dasar radio atau listrik. Mereka mempelajari bentuk dan susunan bagiannya, memanfaatkan keahlian mengolah logam, dan segera bisa menirunya dengan setia. Karena siaran belum ada, mereka membuat pemancar sendiri di pabrik dan menguji dengan kunci Morse manual.

April 1925 mereka berhasil merakit radio, radio kristal pertama buatan Jepang. Juni 1925 siaran uji dari Osaka dimulai, dan para karyawan yang mendengarnya di radio buatan sendiri melompat kegirangan. Radio itu dijual 3,5 yen, kurang dari separuh harga impor, laris seketika, dan bermerek Sharp, nama yang berasal dari Pensil Sharp tetapi juga melambangkan kepekaan radio.

1929–1941: Dari satu radio per menit sampai nama rumah tangga

Tahun 1929 Tokuji meluncurkan radio tabung bertenaga listrik AC yang sebanding dengan produk impor tetapi harganya sekitar sepersepuluhnya. Tahun 1930 timnya merancang radio berbentuk kotak dengan pengeras suara di dalam, dan sejak 1930 setiap radio diberi kartu garansi perbaikan. Tahun 1933 ia berkeliling Asia Tenggara selama dua bulan, dan di Bangkok disebutkan hingga 90 persen radio di sana adalah produk Sharp.

Akhir 1936 lini produksi radio memakai konveyor sabuk yang berhenti berkala, hasil rancangan Tokuji sendiri, yang memungkinkan satu radio per menit. Produksi melonjak dari 58.000 unit (1936) menjadi 88.000 (1938) dan 130.000 (1939). Tahun 1935 perusahaan didirikan sebagai badan hukum dengan 564 karyawan dan modal 300.000 yen.

Selama perang perusahaan juga membuat radio dua arah portabel untuk militer demi bertahan hidup dan menjaga mata pencarian karyawan. Seminggu setelah perang berakhir, perusahaan menawarkan perbaikan radio gratis. Hampir 100 orang mengantre di depan kantor pusat setiap hari.

1950–1953: Nyaris bangkrut, lalu TV pertama Jepang

Resesi akibat kebijakan pengetatan Garis Dodge membuat produksi radio di Jepang jatuh dari 800.000 unit pada 1948 menjadi di bawah 300.000 pada 1950, dan jumlah produsen radio menyusut dari 80 menjadi 17. Penjualan Sharp bulanan anjlok ke 15 juta yen, hanya 40 persen dari tahun sebelumnya, dan pinjamannya mencapai 132 juta yen. Para karyawan penjualan di seluruh negeri mengirim hasil penagihan 10.000 sampai 20.000 yen sekali kirim untuk menunda kebangkrutan, dan gaji sempat tertunda.

Bank mengajukan syarat: pangkas 210 orang. Tokuji menjawab lebih baik membubarkan perusahaan daripada memberhentikan sebanyak itu, dan karyawan berseru “Jangan bunuh perusahaan!” Akhirnya rencana penataan disampaikan secara terbuka dan jumlah target pensiun sukarela tercapai dalam sebulan. Juni 1950 pecah Perang Korea, pesanan militer membangkitkan industri, dan perusahaan kembali untung. Hayakawa sendiri menganggap ledakan itu sementara, jadi tetap berhati-hati.

Di tengah itu, Tokuji sudah lama menyiapkan taruhan lain. Tahun 1926 seorang dosen di Hamamatsu, Kenjiro Takayanagi, berhasil menguji televisi eksperimen. Tokuji yakin televisi akan menggantikan radio, lalu mengirim kartu pos bertuliskan hanya “Mencari lulusan”. Maret 1931 seorang lulusan terbaik Takayanagi masuk, dan riset televisi dimulai di sebuah laboratorium gelombang radio. Perang dan larangan penguasa pendudukan menghentikan riset sampai 1949. Tahun 1951 purwarupa selesai, dua puluh tahun sesudah riset dimulai. Tokuji menemui sahabat lamanya Takayanagi, yang saat itu sudah di Victor, untuk perkenalan ke RCA, dan Takayanagi setuju, padahal Victor adalah pesaing.

Tahun 1953 Sharp mulai memproduksi massal TV pertama buatan Jepang, sebelum siaran televisi dimulai. Model pertamanya, TV3-14T, berharga 175.000 yen.

Berikutnya: dari kulkas sampai layar LCD

Setelah TV, Sharp menjadi pembuat peralatan rumah tangga lengkap, lalu kalkulator dan layar LCD. Ceritanya ada di Sejarah Sharp 1960 sampai sekarang.

Sharp yang ada di toko kami

Tanya produk Sharp lewat WhatsAppCOD gratis dalam kota Manado, bayar saat barang sampai.

Datang langsung ke toko

Swiss 45

Jl. Walanda Maramis No.35, Manado
(sesudah presiden sebelum jalan roda pas di bok jalan)
Google Maps: https://g.page/swissbaru
WA Toko Swiss 45: https://wa.me/6282346957090
Buka: Senin-Sabtu, 09.00-18.30 WITA

Swiss Kairagi

Jl. A.A. Maramis No.78, Manado
(kalau dari pusat kota, sebelah kiri sebelum pomben poli/lippo plaza)
Google Maps: https://goo.gl/maps/CS2aqp65wVY2Mswo8
WA Toko Swiss Kairagi: https://wa.me/6281251191189
Buka: Senin-Sabtu, 09.00-19.00 WITA

Order Sekarang? Klik No WA dibawah. Dalam kota Manado Free Ongkir ne kak.
WA swissbaru.com: 085342848866

Sumber yang kami baca

Diperiksa 18 Oktober 2026. Tahun dan angka dapat berbeda antar sumber; bila berbeda, kami menyebutkannya di teks.

Keranjang Belanja