Tahun 1960, Sony masih pembuat radio dari Jepang. Tahun 1989, Sony sudah memiliki perusahaan rekaman Amerika (CBS Records) dan sebuah studio film Hollywood (Columbia Pictures). Bagaimana lompatan itu terjadi? Lewat Amerika, Trinitron, Walkman, pemutar CD, dan dua pembelian perusahaan yang membuat geger.
Ini bagian kedua. Bagian pertama, dari penanak nasi gagal sampai radio saku, ada di Sony Dari Negara Mana? Kisah 1945–1960. Bagian ketiga: 1990 sampai sekarang.
Peta waktu bagian kedua
| Tahun | Yang terjadi |
|---|---|
| 1960 | Sony Amerika berdiri; TV transistor pertama dunia |
| 1961 | Saham dijual di Amerika lewat ADR |
| 1968 | Trinitron; Sony dan CBS membuat perusahaan rekaman di Jepang |
| 1970 | Perusahaan Jepang pertama di Bursa Efek New York |
| 1979 | Walkman |
| 1982 | Pemutar CD pertama di dunia |
| 1987–1989 | Membeli CBS Records dan Columbia Pictures |
1960: Kantor tiga puluh tiga meter persegi di New York
Amerika adalah pasar terbesar kedua Sony, tetapi penjualannya dipegang distributor yang enggan menggarap luar New York. Januari 1960 salah satunya mengumumkan akan menjual TV transistor pertama di dunia buatan Sony, bahkan sudah menerima pesanan. Padahal kontraknya tidak menyebut TV sama sekali. Morita memakai kejadian itu sebagai alasan memutus kontrak.
Februari 1960 berdirilah Sony Corporation of America di New York, perusahaan anak yang dimiliki penuh, hal yang belum pernah dilakukan perusahaan elektronik Jepang lain. Kantornya cuma 33 meter persegi. Dua setengah tahun sebelumnya, Sony masih menumpang di rumah perwakilannya di sana.
Mei 1960 meluncur TV transistor delapan inci, TV8-301. Awal 1959 Ibuka pernah bilang ia bermimpi melihat TV transistor di malam tahun baru. Setahun kemudian mimpi itu menjadi kenyataan.
1961–1963: Saham di Amerika dan Morita pindah rumah
Untuk dana, Sony menjual saham ke publik Amerika lewat ADR, surat berharga yang mewakili saham perusahaan asing. Pemerintah Jepang hanya meloloskan enam belas perusahaan, dan Sony satu-satunya pendatang baru, dengan modal cuma sembilan ratus juta yen. Pengurusannya rumit: hukum dagang Jepang harus diterjemahkan, dan laporan keuangan harus disusun ulang menurut aturan Amerika yang konsep konsolidasinya belum dikenal di Jepang. Morita kemudian menyebutnya pekerjaan tersulit yang pernah ia lakukan. Juni 1961, dua juta saham ADR terjual dalam waktu satu jam.
Oktober 1962 giliran TV5-303, TV mikro lima inci. Tiga ribu unit stoknya di Amerika ludes seketika, dan pesawat carter kembali dipakai. Terdorong keberhasilan itu, Juni 1963 Morita memboyong keluarganya tinggal di Amerika. Ia ingin memahami konsumen dengan hidup di tengah mereka, bahkan mengundang klien ke apartemennya di New York.
1968: Trinitron, sesudah satu kegagalan besar
Ibuka menolak memakai teknologi TV berwarna buatan RCA dan memilih jalan lain bernama Chromatron. Layarnya sangat terang, tetapi tidak mungkin diproduksi dengan untung. Musim panas 1966 Susumu Yoshida melihat di Amerika bahwa teknologi lama sudah memproduksi hampir dua puluh ribu unit per bulan, sementara Chromatron kesulitan menembus seribu. Proyek itu menelan kerugian, dan Ibuka sendiri sempat bilang mungkin sudah waktunya kembali ke cara lama.
Tetapi ia memutuskan memimpin proyek pengganti dari awal sampai akhir, dan Morita berkata, urusan lain biar saya yang tangani. Terobosan datang dari pertanyaan Yoshida: kenapa tidak menembakkan ketiga berkas elektron dari satu senapan saja? Rekan-rekannya mengira ia gila, tetapi hasilnya melampaui dugaan. Disusul aperture grille, lembar logam bercelah vertikal, dan masalah getarannya diatasi Ibuka dengan kawat tungsten melintang. Model pertamanya, KV-1310, dijual Oktober 1968 dengan nama Trinitron. Pabrik Osaki tak sanggup memenuhi permintaan. Tahun 1973 Trinitron memenangi Emmy, untuk pertama kalinya diberikan kepada sebuah pesawat TV dan kepada perusahaan Jepang.
Tahun 1968 juga Sony dan CBS membentuk CBS/Sony Records di Jepang. Itulah benih bisnis musiknya.
1970: Perusahaan Jepang pertama di Bursa Efek New York
Morita ingin Sony tercatat langsung di Bursa Efek New York, yang saat itu mewakili tiga perempat pasar saham dunia. Sony harus menyesuaikan diri dengan aturan Amerika, misalnya menambah direktur dari luar perusahaan, hal yang belum diwajibkan di Jepang. September 1970 Sony menjadi perusahaan Jepang pertama yang tercatat di sana. Morita berkata ini baru langkah pertama menjadi perusahaan internasional.
Di antara tahun-tahun ini Sony juga merilis perekam video rumah tangga pita terbuka (1965) dan format video Betamax (1975). Cerita persaingan Betamax dengan format video lain tidak kami bahas di sini.
1979: Walkman, alat yang justru dikurangi fiturnya
Sebelumnya Sony sudah menjual perekam kaset kecil bernama Pressman. Ibuka, pencinta musik, membawa perekam stereo yang lebih besar dalam perjalanan bisnis dan merasa kebesaran. Menjelang perjalanan berikutnya ia minta sesuatu yang aneh: “Saya tidak perlu merekam. Bisa Pressman diberi sirkuit stereo?” Insinyur membuang fungsi rekam dan memasang sirkuit stereo, dan dengan headphone seadanya suaranya ternyata bagus. Ibuka membawanya ke Amerika, lalu memperlihatkannya kepada Morita. Morita mendengarkan dan bilang, “Ini bisa besar.”
Februari 1979 Morita mengumpulkan karyawan muda dari berbagai divisi dan memberi perintah: jual sebelum libur musim panas, harga di bawah empat puluh ribu yen, tanpa fungsi rekam. Waktunya empat bulan. Karena tahun itu Sony berusia 33, harganya dipatok 33.000 yen. Headphone besar akan terlihat tidak keren, jadi Ibuka dan Morita mempertemukan tim pemutar kaset dengan tim lain yang sedang mengembangkan headphone seberat lima puluh gram.
Namanya buatan karyawan muda di bagian pemasaran, dari kata Pressman dan Superman: Walkman. Sebagian orang di perusahaan menilai tata bahasanya salah. Morita membela: ini untuk anak muda, kalau mereka bilang bagus, ya sudah. Produksi awal 30.000 unit, angka besar untuk saat itu. Wartawan diundang naik bus, diberi Walkman, lalu diminta menekan tombol putar sambil menonton karyawan dan mahasiswa berlari di Taman Yoyogi.
Awalnya sepi. Surat kabar nyaris tidak menulisnya, dan sampai akhir Juli 1979 baru terjual 3.000 unit. Tim penjualan lalu naik kereta Yamanote seharian dengan Walkman di telinga dan menghentikan orang di jalan untuk mencoba. Orang yang mencoba langsung kaget begitu menekan putar. Akhir Juli dan Agustus, 30.000 unit ludes, dan tanda “habis” menempel di toko selama enam bulan. Di luar negeri namanya sempat diganti (Soundabout di Amerika, Stowaway di Inggris, Freestyle di Australia), tetapi orang tetap menyebutnya Walkman, dan April 1980 Morita memutuskan memakai nama itu di mana-mana. Tahun 1986 kata Walkman masuk Oxford English Dictionary, dan sampai 2019 terjual lebih dari 400 juta unit semua versi.
Angka ulang tahun. Sony berdiri 1946, jadi 1979 adalah tahun ke-33. Nama Walkman pun bukan hasil rapat direksi, melainkan usul seorang karyawan muda.
1980–1989: Cakram perak dan kamera genggam
Sensor gambar CCD hadir pada 1980, komponen yang kelak ada di kamera video dan kamera digital. Tahun 1982 Sony menjual CDP-101, pemutar compact disc pertama di dunia. Dua tahun kemudian muncul pemutar CD portabel pertamanya, D-50. Tahun 1985 hadir kamera video 8 mm CCD-V8, dan pada 1989 Handycam CCD-TR55 yang mungil seukuran paspor. Dua kebiasaan baru lahir: musik dibawa jalan, video keluarga direkam di genggaman tangan.
1987–1989: Sony membeli CBS Records dan Columbia Pictures
Maksudnya bukan membeli lagu atau paten satu per satu, melainkan membeli seluruh perusahaannya: CBS Records, perusahaan rekaman Amerika, dan Columbia Pictures, studio film Amerika.
Akhir 1986, bos CBS Laurence Tisch berencana memisahkan bisnis rekamannya. Sebuah pasal lama dalam kontrak kerja sama menjadi kunci: kalau satu pihak menjual sahamnya, pihak lain berhak membeli lebih dulu. Maka CBS menawarkannya ke Sony. Ketua dewan CBS William Paley menolak, dan rencana macet sepuluh bulan. Lalu Oktober 1987 bursa Amerika jatuh paling parah dalam sejarahnya, kejadian yang dikenal sebagai Black Monday, dan Paley berubah pikiran.
19 November 1987 diumumkan bahwa Sony membeli CBS Records Group seharga 2 miliar dolar, sekitar 270 miliar yen. Bagi Norio Ohga, presiden Sony saat itu, harga itu wajar. Ia menjelaskan bahwa perangkat dan konten ibarat dua roda mobil: bisnis hanya maju kalau keduanya seimbang. Januari 1991 CBS Records berganti nama menjadi Sony Music Entertainment.
November 1989 giliran Columbia Pictures Entertainment, senilai 4,8 miliar dolar termasuk utang, saat itu pembelian perusahaan Amerika termahal oleh perusahaan Jepang. Reaksi di Amerika keras karena ketegangan dagang kedua negara sedang tinggi. Sampul majalah Newsweek menampilkan patung wanita berobor milik Columbia memakai kimono, dengan judul “Japan Invades Hollywood”. Morita menggelar konferensi pers dan menjanjikan Sony tidak akan ikut campur dalam manajemen, supaya karyawan Columbia tidak merasa terancam. Katanya, kalau Sony bisa membuktikan diri sebagai mitra sejati, pandangan Amerika terhadap Jepang pun akan berubah.
Di tahun yang sama Sony membeli Guber-Peters Entertainment, rumah produksi di balik Rain Man dan Batman. Pada Agustus 1991 Columbia berganti nama menjadi Sony Pictures Entertainment.
Berikutnya: Sony dan game
Sampai 1989 Sony menjual radio, TV, Walkman, dan pemutar CD, serta memiliki perusahaan rekaman dan studio film. Satu hal yang belum ada: konsol game. Di dalam Sony sendiri, banyak orang awalnya menganggap game hanya mainan anak. Bagaimana PlayStation akhirnya tetap lahir, ceritanya ada di Sejarah Sony 1990 sampai sekarang.
Kalau Anda mencari Sony
Saat ini katalog online kami belum memuat produk Sony yang tayang. Kalau Anda mencari Sony, tanyakan ketersediaannya lewat WhatsApp swissbaru.com karena stok bisa berubah, atau lihat pilihan kami di toko TV LED, toko AC, toko kulkas, dan toko mesin cuci.
Tanya produk Sony lewat WhatsAppCOD gratis dalam kota Manado, bayar saat barang sampai.
Datang langsung ke toko
Swiss 45
Jl. Walanda Maramis No.35, Manado
(sesudah presiden sebelum jalan roda pas di bok jalan)
Google Maps: https://g.page/swissbaru
WA Toko Swiss 45: https://wa.me/6282346957090
Buka: Senin-Sabtu, 09.00-18.30 WITA
Swiss Kairagi
Jl. A.A. Maramis No.78, Manado
(kalau dari pusat kota, sebelah kiri sebelum pomben poli/lippo plaza)
Google Maps: https://goo.gl/maps/CS2aqp65wVY2Mswo8
WA Toko Swiss Kairagi: https://wa.me/6281251191189
Buka: Senin-Sabtu, 09.00-19.00 WITA
Order Sekarang? Klik No WA dibawah. Dalam kota Manado Free Ongkir ne kak.
WA swissbaru.com: 085342848866
Sumber yang kami baca
Diperiksa 18 Oktober 2026. Tahun dan angka dapat berbeda antar sumber; bila berbeda, kami menyebutkannya di teks.
