Toshiba hari ini bukan satu perusahaan yang membuat TV, kulkas, dan AC. Merek itu kini punya beberapa pemilik: TV dibuat perusahaan yang 95% dimiliki Hisense, kulkas dan mesin cuci dilisensikan ke Midea, dan AC dikelola Carrier. Bagaimana merek berumur 150 tahun bisa terpecah begitu?
Ini bagian kedua. Bagian pertama, Toshiba Dari Negara Mana? Kisah 1799–1939, bercerita tentang boneka mekanik, bola lampu, dan dua bengkel yang bersatu. Di sini ada masa “pertama di Jepang”, krisis 2015, dan Toshiba di Indonesia.
Peta waktu bagian kedua
| Waktu | Yang terjadi |
|---|---|
| 1939–1945 | Perang: pesanan negara, lalu pabrik dibom |
| 1950-an–1970-an | Penanak nasi, TV, microwave, TV berwarna; riset diperbesar |
| 1980–1990-an | Laptop, NAND flash, Dynabook, DVD |
| 2006–2010 | Membeli Westinghouse; chip Cell bersama Sony dan IBM |
| 2015–2018 | Krisis akuntansi dan nuklir; bisnis dijual satu per satu |
| 2023–2025 | Keluar bursa; ulang tahun ke-150 |
1939–1945: Pabrik yang dibom
Selama perang, Tokyo Shibaura Denki tumbuh cepat karena memenuhi pesanan negara: radio, tabung hampa, generator, dan perlengkapan militer. Tetapi serangan udara terhadap pabrik melumpuhkan kemampuan produksinya. Setelah perang, pemulihan dimulai dari mesin listrik berat, baru kemudian kembali ke alat listrik kecil. Perusahaan juga mendirikan anak usaha penjualan dan mulai mengekspor ke Asia Tenggara.
Di bawah undang-undang pembubaran pemusatan ekonomi, 14 perusahaan, termasuk yang sekarang bernama Toshiba TEC, dilepas dari Tokyo Shibaura.
1950-an sampai 1970-an: Rangkaian “pertama di Jepang”
Paruh kedua 1950-an ekonomi Jepang melonjak dan penjualan serta laba Toshiba tumbuh cepat. Menurut kronologi resminya, dari masa-masa ini lahir penanak nasi listrik pertama di Jepang, TV transistor pertama, oven microwave pertama, TV berwarna pertama, dan, di dunia, pembaca kode pos otomatis pertama serta telepon video berwarna pertama.
Setelah krisis minyak 1973, Toshiba justru menambah dana riset. Alasannya: laba adalah sumber vitalitas perusahaan, dan teknologi penggerak bisnisnya. Hasilnya, antara lain, pengolah kata berbahasa Jepang pertama, mikrokomputer pertama di dunia untuk mesin mobil, dan pemindai CT seluruh tubuh pertama di Jepang.
1980-an sampai 1990-an: Laptop, memori, dan Dynabook
- Pendingin ruangan: Toshiba menyebut AC inverter rumah tangga pertama di dunia berasal dari mereka.
- Laptop: menurut Toshiba, laptop pertama di dunia (1980-an), lalu seri notebook Dynabook dan mini-notebook Libretto.
- Memori: memori NAND-EEPROM pertama di dunia 4 megabit dan 16 megabit, cikal bakal memori flash yang ada di ponsel dan kartu memori.
- DVD: cakram padat DVD dikembangkan dan pemutar DVD diperkenalkan di Jepang.
Nama resmi perusahaan sendiri berganti. Kronologi Toshiba mencatat dua tahun berbeda: 1978 di pengantarnya, dan di linimasanya “Toshiba” menggantikan Tokyo Shibaura Denki sebagai nama resmi pada 1984 (nama Inggris Toshiba Corporation dipakai 1983).
2006–2010: Westinghouse, HD DVD, dan chip Cell bersama Sony
Pada pertengahan 2000-an Toshiba membeli bisnis nuklir Westinghouse, taruhan yang kelak menjadi sumber masalah. Pada masa yang sama ia mengumumkan rincian prosesor Cell Broadband Engine yang dikembangkan bersama IBM dan Sony (cerita Sony ada di seri Kisah Merek kami yang akan terbit), merilis TV REGZA, dan pada 2010 meluncurkan TV LCD 3D pertama di dunia yang tidak butuh kacamata khusus.
2015: Krisis terbesar sejak berdiri
Pada 2015 terbongkar masalah akuntansi yang tidak patut, disusul kerugian besar di bisnis nuklir luar negeri. Menurut Toshiba sendiri, itu krisis paling serius sejak berdiri. Jawabannya: menjual bisnis. Perusahaan yang tadinya produsen listrik serba-ada berubah menjadi fokus ke energi, infrastruktur, dan perangkat elektronik. Pada 2018 Toshiba merumuskan ulang jati dirinya lewat “Essence of Toshiba”, dengan tujuan “menyalakan janji hari baru”.
Siapa yang membuat Toshiba hari ini
- Kulkas, mesin cuci, dan peralatan rumah tangga: pada 30 Maret 2016 Toshiba dan Midea menyepakati pengalihan bisnis peralatan rumah tangga. Midea mengambil 80,1% saham Toshiba Lifestyle Products & Services Corporation seharga sekitar 53,7 miliar yen, Toshiba menyimpan 19,9%, dan Midea mendapat lisensi merek Toshiba di seluruh dunia selama 40 tahun untuk peralatan rumah tangga (siaran pers resmi Toshiba).
- TV: pada 14 November 2017 Toshiba mengumumkan akan menjual 95% Toshiba Visual Solutions kepada Hisense, sekitar 12,9 miliar yen, dan menyimpan 5%. Perusahaan itu berhenti menjadi anak usaha Toshiba pada 28 Februari 2018 dan sejak 1 Maret 2021 bernama TVS REGZA. Lisensi merek TV tetap diberikan Toshiba. Cerita pemiliknya ada di kisah Hisense.
- PC: bisnis PC Toshiba, Dynabook, beralih ke Sharp pada 2018.
- Memori dan lainnya: Toshiba Memory dialihkan pada 2018, dan Westinghouse dikeluarkan dari konsolidasi tahun itu juga. Toshiba kembali ke papan First Section Bursa Tokyo dan Nagoya pada 2021, lalu pada 19 Desember 2023 keluar dari bursa. Pada 2025 Toshiba memperingati 150 tahun, dan kantor pusatnya pindah ke Kawasaki.
Situs resmi Toshiba Indonesia menyebut pengelola produk berlabel Toshiba per kategori: TV dan Blu-ray oleh TVS REGZA Corporation, peralatan rumah tangga oleh Toshiba Lifestyle, serta AC dan pompa panas oleh Carrier Japan Corporation. Memori ditangani Kioxia dan PC oleh Dynabook. Untuk garansi dan layanan, Toshiba meminta pembeli menghubungi perusahaan yang ditunjuk untuk kategori produknya.
Toshiba di Indonesia
Toshiba pernah punya pabrik sendiri di Indonesia: PT Toshiba Consumer Products Indonesia di EJIP, Cikarang Selatan, Bekasi, yang membuat TV dan mesin cuci 2 tabung. Per akhir November 2015 karyawannya 1.197 orang. Pada November 2012 majalah SWA melaporkan rencana investasi Toshiba sebesar Rp355 miliar untuk pabrik mesin cuci.
Lalu pada 21 Desember 2015 Toshiba mengumumkan kesepakatan menjual pabrik TV itu kepada Skyworth dari Tiongkok (Shenzhen Chuangwei-RGB Electronics, berdiri 1988, sekitar 40.000 karyawan), dengan penyelesaian direncanakan Maret 2016. Pabrik mesin cuci di lokasi yang sama ditutup, dan tanah serta fasilitasnya dijual. Skyworth mendapat lisensi merek Toshiba untuk Asia di luar Tiongkok. Grup Toshiba masih punya perusahaan di Indonesia, PT Toshiba Asia Pacific Indonesia di SCBD, Jakarta.
Kalau Anda mencari Toshiba
Saat ini katalog online kami belum memuat produk Toshiba yang tayang. Kalau Anda mencari Toshiba, tanyakan ketersediaannya lewat WhatsApp swissbaru.com karena stok bisa berubah, atau lihat pilihan kami di toko TV LED, toko AC, toko kulkas, dan toko mesin cuci.
Karena kepemilikan merek terpecah per kategori, pastikan juga siapa yang menanggung garansi sebelum membeli. Alamat service center resmi Toshiba di Manado tidak kami temukan di sumber yang kami baca, jadi hubungi WhatsApp swissbaru.com untuk memastikannya.
Tanya produk Toshiba lewat WhatsAppCOD gratis dalam kota Manado, bayar saat barang sampai.
Datang langsung ke toko
Swiss 45
Jl. Walanda Maramis No.35, Manado
(sesudah presiden sebelum jalan roda pas di bok jalan)
Google Maps: https://g.page/swissbaru
WA Toko Swiss 45: https://wa.me/6282346957090
Buka: Senin-Sabtu, 09.00-18.30 WITA
Swiss Kairagi
Jl. A.A. Maramis No.78, Manado
(kalau dari pusat kota, sebelah kiri sebelum pomben poli/lippo plaza)
Google Maps: https://goo.gl/maps/CS2aqp65wVY2Mswo8
WA Toko Swiss Kairagi: https://wa.me/6281251191189
Buka: Senin-Sabtu, 09.00-19.00 WITA
Order Sekarang? Klik No WA dibawah. Dalam kota Manado Free Ongkir ne kak.
WA swissbaru.com: 085342848866
Sumber yang kami baca
Diperiksa 18 Oktober 2026. Tahun dan angka dapat berbeda antar sumber; bila berbeda, kami menyebutkannya di teks.
- Toshiba: kronologi resmi 1875 sampai 2025
- Toshiba, 30 Maret 2016: pengalihan bisnis peralatan rumah tangga ke Midea
- Toshiba, 14 November 2017: pengalihan Toshiba Visual Solutions ke Hisense
- Toshiba, 21 Desember 2015: penjualan pabrik TV Indonesia ke Skyworth
- Toshiba Asia Pasifik: Indonesia
- SWA, 4 November 2012: rencana pabrik mesin cuci Toshiba Rp355 miliar
